Rabu, 08 Juni 2011

Lagi, Gajah Dibunuh

* Polisi Koordinasi dengan KSDA
Sat, Apr 9th 2011, 10:54


Seekor gajah mati di kawasan pedalaman Aceh Timur yang diperoleh via multimedia messaging service (MMS), dikirim kepada Serambi, Minggu (3/4) sekira pukul 18.25 WIB oleh orang yang belum diketahui identitasnya. FOTO/IST

IDI - Seekor gajah kembali dibunuh di Aceh Timur, tapi pelakunya belum diketahui. Kasus ini terjadi berulang di pedalaman Aceh Timur, diduga terkait dengan kejengkelan penduduk yang kebunnya sering dirusak, namun pihak berwenang belum melakukan penanganan.

Informasi dibunuhnya gajah tersebut diperoleh via multimedia messaging service (MMS) yang dikirim kepada Serambi, Minggu (3/4) sekira pukul 18.25 WIB. Dalam pesan elektronik itu juga disertakan beberapa kalimat bahwa pemerintah tidak peduli sehingga tanaman warga lenyap diamuk gajah.

Namun, belum diketahui siapa pengirim MMS tersebut. Yang pasti, pesan via hanpdhone seperti itu sudah dua kali diperoleh Serambi sekaligus dengan foto tentang aksi pembunuhan gajah.

Pengirim MMS tersebut juga tidak hanya mengirimkan satu foto. Di foto kedua si pengirim menyertakan foto gajah yang telah dipotong gadingnya. Berdasarkan penelusuran sejak tiga hari terakhir, kuat dugaan, gajah itu dibunuh di kawasan Peunaron, pedalaman Aceh Timur.

Sama seperti sebelumnya, si pembunuh gajah mengatakan, gajah tersebut dibantai merupakan akumulasi dari kekecewaan mereka karena ratusan hektare kebun milik petani porak-poranda digasak gajah sejak dua tahun terakhir. Namun, pemerintah masih lamban dalam mengatasi masalah yang mendera mereka.

Terkait dengan kasus kematian gajah tersebut, Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman, melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo, membenarkan bahwa pihaknya juga menerima laporan tentang kematian gajah di kawasan pedalaman Peunaron.

Menurut Priyo, ia sudah berkonsultasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh agar bisa turun ke lokasi secara bersama-sama. “Kita sudah tunggu BKSDA, tapi sampai kini belum datang juga. Nanti kalau sudah datang kita akan ke lokasi untuk mengecek langsung bagaimana situasi sebenarnya dan langkah penyelesaian apa saja yang patut dilakukan,” ujar Priyo.

Berdasarkan catatan Serambi, seekor gajah yang diduga sengaja diracun pemburu gading ditemukan terbunuh, Rabu (5/5) pagi, oleh warga di lokasi PT MPLI Desa Kaloi, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. Jasad gajah itu ternyata tak bergading. Di sana juga ditemukan satu botol racun.

Liaison Supervisor Officer (LSO) Yayasan Leuser International (YLI) Aceh Timur, Bahktiar melaporkan, bangkai gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga. Kemudian dilaporkan kepada LSM Tape (Tamiang Peduli).

Sebelumnya, seekor gajah jantan di kawasan Alue Mampre, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, masuk ke dalam areal perusahaan perkebunan PT Bumi Flora. Fakta terbaru terungkap bahwa gajah tersebut diduga kuat mati akibat terkena jeratan kabel listrik bertegangan tinggi yang sengaja dipasang untuk merintangi binatang liar. Anehnya, salah satu gading gajah itu sudah hilang akibat digergaji orang yang tidak bertanggung jawab.

Lalu, ada empat ekor gajah liar sejak beberapa bulan terakhir dilaporkan mati akibat diracun di kawasan pedalaman Peunaron, Aceh Timur. Disebut-sebut gajah itu diracun, karena warga tidak tahan lagi dengan amukan gajah yang makin meresahkan. Sedangkan penanganan dari pemerintah dinilai belum maksimal. (is)

Sumber : Serambinews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar