Friday, 31 December 2010 14:19
LOKOP – Amukan puluhan ekor gajah liar menimbulkan imbas kerusakan di Lokop, Kabupatean Aceh Timur, pada Kamis (30/12). Akibatnya, sejumlah rangkang (pondok) dan perkebunan menjadi porak-poranda.
“Aksi gajah kini semakin meluas di Lokop, aksinya kembali merubuhkan pondok dan perkebunan masyarakat,” keluh Geuchik Ketibung Musara, Bukhari Muslim MH, kepada Waspada, pagi tadi.
Menurut Bukhari, serangan pada dinihari tersebut merupakan kali kedua setelah insiden sebelumnya pada Minggu (26/12) di kawasan Bunin dan Ketibung Musara. “Ketika itu tidak kurang 10 pondok rubuh diamuk gajah,” sahutnya.
Pasca serangan tersebut dikabarkan jumlah petani yang enggan menggarang ladangnya kian bertambah.
Bukhari mendesak pihak berwenang untuk segera menanggapi persoalan tersebut. Menurutnya, Dinas Kehutan dan Perkebunan, BKSDA Aceh dan BP-KEL menurunkan Tim Khusus mengatasi amukan gajah yang telah terjadi setahun lebih di Aceh Timur dan sekitarnya.
“Kita minta pemerintah tidak tutup mata,” pintanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh Timur, Saifuddin membenarkan bahwa aksi gajah kian merajalela di wilayahnya, seperti Lokop dan Peunarun.
“Aksi gajah terjadi akibat habitatnya kian menyempit menyusul jumlah gajah yang ada di Aceh Timur, disebut-sebut terus bertambah pasca pengejaran di Langkahan, Aceh Utara,” katanya menjelaskan.
Sumber : Waspada.co.id
Selasa, 04 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar